Sunday, August 10, 2014

Tentang Cinta yang Belum Terucap

Aku tak tahu harus menuliskan apa lagi. Sepertinya semua rasa kagumku kepadamu telah kutumpahkan disetiap tulisanku. Senyummu, indah wajahmu, bahkan ceriamu sudah tertuang di setiap sajakku yang kaku. Tapi, bukankah cinta tak mengenal kata batas? Maka biarkan aku menulis tentangmu tanpa batas.

Ada barisan kata yang telah menggantung di ujung tenggorokanku. Entah sejak kapan, tapi aku memastikan sudah lama. Kadang ingin sekali aku mengatakannya tepat di depanmu. Tapi setiap kali aku mencoba, aku selalu tercekat. Rentetan kata-kata itu seakan enggan keluar. Ia tertahan oleh sebuah sekat yang bernama ketakutan.

Sebenarnya tak banyak yang ingin aku katakan. Aku hanya ingin mengatakan kepadamu tiga buah kata. Tiga kata sederhana namun memiliki arti yang dalam. Kata ini mewakili seluruh perasaanku kepadamu, kata ini adalah kesimpulan dari setiap sajak-sajak yang aku tulis untukmu, kata ini adalah alasan kenapa kamu selalu beredar di ingatanku. Dan kata itu berbunyi: Aku Cinta Kamu.

Mungkin impianku ini terlalu berlebihan.
Menjadi orang yang kau pilih untuk bersama mengarungi kehidupan.
Menjadi orang yang kau pilih untuk menjadikan pundakku sebagai sandaran saat kau bersedih.
Menjadi orang yang kau pilih untuk kemudian kau jaga hatiku.
Menjadi orang yang kau pilih diantara banyaknya sosok-sosok sempurna lainnya.
Menjadi orang yang kau pilih, dan menjadikanku makhluk yang paling beruntung dimuka bumi ini.

Mungkin juga aku terlalu banyak berandai-andai. Andai saja aku lebih berani saat ini, andai saja jiwaku tak selalu dikuasai oleh rasa takut, andai saja, andai saja. Aku tahu terlalu banyak berandai tak menghasilkan apapun. Tapi ketahuilah bahwa semua itu beralasan. Alasannya sederhana. Apa kamu mengingatku? Apa kamu tahu tentangku? Apa pernah aku terlintas sedikit saja difikiranmu?  Entahlah. Aku terlalu diam, engkau juga diam. Tapi aku tak menyalahkan diammu. Sungguh.

Bisa saja aku seperti katak yang merindukan bulan? Menginginkan sesuatu hal yang sulit terjadi. Tapi toh tidak ada salahnya kan?

Yaa, aku hanyalah sosok biasa yang berharap dipilih oleh bidadari se-sempurnamu.
Aku bagaikan seorang yang mengharapkan pelangi dikala mendung.
Aku bagaikan retakan tanah gersang yang merindukan rintikan hujan.
Aku orang yang tak sempurna yang menginginkan seorang bidadari.


Untukmu, wanita pemilik senyum yang paling indah, Aku mencintaimu.
Share:

Monday, August 4, 2014

Tulisan Awal di bulan Agustus

Agustus kembali menyapa dengan segala rahasia di dalamnya. Semoga kita semua bernasib baik.

Hey, Nona, apa kabar?
Maafkan aku yang sudah lama tak menulis tentangmu. Aku tidak melupakanmu. Aku hanya sedikit butuh ketenangan sebelum masa sibuk kembali lagi.

Biar aku tebak. Hari raya Idul Fitrimu tahun ini sangat menggembirakan bukan? Aku bisa mengetahuinya lewat foto lebaranmu yang engkau unggah di sosial media milikmu. Sudikah engkau menceritakannya sedikit kepadaku, Nona? Ceritakan tentang semua tempat indah yang engkau kunjungi di foto itu. Tapi sudahlah, lupakan saja. Yang jelas dari fotomu aku bisa tahu bahwa bidadari juga punya kampung halaman hahaha.

Sebenarnya aku juga pengen saat lebaran pulang kampung sepertimu. Menikmati indahnya tempat kelahiran ditengah ketatnya rutinitas pasti akan menjadi hal yang sangat indah. Tapi sayangnya saat ini aku belum sanggup, soalnya London jauh. Hehehe.

Yasudah Nona, sepertinya aku harus mengakhiri tulisan ini. Selamat menikmati sisa liburanmu. Maaf jika terlalu singkat. Sekedar bocoran saja, aku sekarang sedang membuat sebuah hadiah spesial untukmu. Nanti engkau pasti akan mengetahuinya juga dihari spesialmu. Semoga kamu suka yaa.

Sebagai tanda aku selalu mengingatmu, tulisan di awal Agustus ini aku persembahkan untukmu, wanita dengan keindahan bak bidadari.
Share:

Wednesday, July 16, 2014

La Tahzan

Halo pembaca yang budiman, gimana kabarnya? Semoga selalu baik.

Uhm jadi gini, saya sekarang lagi sediiihhhhh banget. Bukan, saya sedih bukan karena putus dengan Raisa. Saya sedih karena saya gagal lulus tes SBMPTN. Huuuaaaaa :”(

Tau kan SBMPTN? Iya, itu adalah tes untuk masuk ke universitas negeri. Kalo zaman dulu setau saya namanya SPMB, atau UMPTN, dan lain-lain. Jangan tanya pas zaman fir’aun namanya apa.

Tes sbmptn dilaksanakan tepat sebulan yang lalu. Jadi dalam rentan waktu sebulan sebelum pengumuman itu saya terus berdoa supaya lulus di salah satu pilihan saya itu. FYI, saya milih jurusan Teknik Informatika sama Teknik Elektro. Cakep kan? Detik demi detik penantian itu berakhir. Hari yang ditunggu oleh seluruh peserta sbmptn pun tiba. Hari ini, 16 Juli 2014 semua peserta berharap-harap cemas nungguin nasibnya. Apakah diterima atau tidak? Pun saya begitu. Tepat pukul 5 sore tadi, dengan membaca bismillah saya liat tuh hasil perjuangan saya. Dan setelah di cek apa yang terjadi? ternyata apa yang saya harapkan jauh dari harapan. Satupun nggak ada yang nyangkut men! Gilaaaaa!!! Sakitnya tuh disini tau nggak. *nunjuk hati* Oh Tuhan cobaan apa lagi ini? Setelah gagal di SNMPTN, saya juga gagal di SBMPTN.

Jujur saya sedih. Apalagi pas mau ngasih tau ke orang tua kalo saya nggak lulus. Malu rasanya. Saya kayaknya cuma bisa ngabisin duit mereka aja. Saya tau kok nyari duit itu nggak gampang. Tapi apa hasilnya? Saya gagal memberikan senyum bahagia ke mereka. Maafkan saya yaa ma, pa, belum bisa bikin bangga untuk saat ini.

Tapi terlepas dari itu, saya juga harus introspeksi diri. Apasih yang bikin saya nggak lulus? Apasih yang bikin saya gagal? Apa usaha saya kurang? Iya, mungkin aja. Mungkin persiapan saya dalam menghadapi tes SBMPTN masih sangat kurang. Seharusnya belajar saya waktu itu lebih intens lagi dan harus continue. Ini bukan berarti saya nggak pernah belajar yaa. Saya belajar banyak kok tentang soal-soal sbmptn. Udah coba ngertiin soalnya eh tapi soalnya nggak mau dimengerti. Iya, soal tes nya memang sangat.amat.susah.banget. Terkutuklah itu yang bikin soal -____-

Yaudahlah ya. Mau saya nangis sambil kayang juga nggak bakal bisa ngubah hasilnya. Yakin aja ini yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan kepada saya. Bukankah rencanaNya selalu lebih indah? Tuhan cuma pengen ngeliat saya untuk usaha lebih lagi. Dan saya janji bakal usaha lebih. Doakan saja masih ada universitas yang mau nampung cowok seganteng saya ini. Yang terpenting sekarang bukan kuliahnya dimana, tapi niat kuliah nggak. Sedikit mengingatkan, bukankah orang terkaya di dunia ini pernah drop out dari kampusnya? Iya kan? Tapi kenapa mereka bisa sukses dan bisa kaya? Apa karena takdir? Bukan! Itu semua karena kerja keras.


Jadi buat yang gagal SBMPTN kayak saya, La Tahzan! Jangan bersedih, kawan. Usaha lebih keras lagi :)
Share:

Saturday, July 12, 2014

Benarkah itu, Nona?

Mungkin kamu sekarang sedang menikmati desiran angin di beranda rumahmu. Atau mungkin kamu sedang duduk diam sembari menundukkan kepala dan  matamu menatap fokus ke layar handphone. Karena setahuku kamu sangat suka menghabiskan waktu di sore hari dengan bermain sosial media. Atau mungkin kamu sekarang sedang terbaring lemas di atas kasur sembari memegang perutmu yang lapar, berharap waktu berbuka puasa segera tiba. Hahaha entahlah. Maafkan aku nona jika perkiraanku itu tidak ada yang benar.

Nona, izinkan aku –lagi-lagi– bercerita denganmu. Tenang, ini bukanlah cerita misteri, ini bukan juga cerita tentang kehebatan kerajaan-kerajaan zaman dahulu. Aku ingin bercerita tentang bagaimana Aku bisa jatuh hati kepadamu. Iya, aku. Aku tak tahu mengapa aku ingin sekali menulis tentang ini untukmu. Mungkin karena memang kamu harus mengetahuinya. Nona, biarkan aku bercerita.

Aku mengenalmu sudah sejak lama. Jika tidak salah aku sudah mengenalmu sejak 6 tahun lalu. Saat itu, tidak ada yang menarikku sedikitpun untuk mengenalmu secara lebih dekat. Engkau Nona, hanya aku kenal sebagai wanita pendiam yang menurutku bersahaja. Hanya itu. Tidak lebih. Tapi entah mengapa sejak saat itu wanita pendiam yang bersahaja itu selalu menarik perhatianku. Tak jarang aku mencuri pandangan kearahmu hanya sekedar ingin melihatmu tersenyum. Maka sejak saat itu, aku memastikan diriku jatuh hati kepadamu.

Aku mulai mencari segala hal tentangmu. Asal kamu tahu, Nona, banyak cara yang aku lakukan untuk lebih mengetahuimu. Aku tak segan menanyakan hal-hal yang kamu sukai kepada temanmu. Darisana aku mengetahui bahwa kamu sangat menyukai kucing. Kamu juga sangat suka menonton film-film action. Pernah juga aku menanyakan bagaimanakah sosok lelaki impianmu kepada teman-temanmu. Tapi Nona, aku tak pernah berusaha menjadi seperti lelaki impianmu itu. Bagiku aku adalah aku. Aku tak ingin terlalu banyak sandiwara. Aku ingin dicintai olehmu apa adanya, lalu aku akan mencintaimu selamanya. Aku juga sering melihat semua sosial media yang kamu miliki hanya untuk lebih tahu tentangmu. Lebih dari itu aku juga ingin tahu sedang apa kamu. Sejak saat itu yang ada difikiranku hanya kamu, Nona.

Kemudian aku memberanikan diri untuk menyapamu. Memang tidak secara langsung. Aku hanya menyapamu lewat sosial media. Ada perasaan cemas dan takut saat aku mulai ‘menyapamu’. Disatu sisi aku takut nanti kamu menganggap aku sebagai orang yang sok kenal. Tapi disisi lain aku ingin sekali ‘menyapamu’. Kuberanikan diriku. Sampai ketika ada sebuah pemberitahuan darimu di facebookku dan ada sebuah mention darimu di twitterku. Tak heran aku sangat bahagia waktu itu. Apalagi balasanmu mengisyaratkan seolah kita sudah kenal sangat dekat. Degup jantungku langsung tak beraturan. Sejak saat itu aku tak bisa melupakanmu sedikitpun, Nona. Entah ini sebuah kebodohan atau sebuah kebutuhan. Yang jelas aku sangat menikmatinya.

Iya, itulah sedikit cerita dariku. Aku masih sangat jelas mengingatmu. Namun yang terakhir aku ingat, kamu tak ingat apapun tentangku. Benarkah itu, Nona?


Maaf jika aku mengakhiri tulisan ini dengan sebuah pertanyaan.
Share:

Friday, July 4, 2014

The Liebster Award

Hallo semua..
Jadi gini ceritanya, habis sahur tadi saya dapet mention di twitter tuh. Nah kalian tau apa isi mentionnya? Isinya saya dapet Liebster Award dari Azkiya. Btw terimakasih yaa udah ngasih award ini, jujur ini yang pertama buat saya #terharu #nangis

Kalian tahu apa itu Liebster Award? Kalo nggak tahu sini deh abang kasih tahu :p
Jadi menurut hasil googling saya, Liebster Award itu adalah semacam penghargaan berantai yang diberikan oleh sesama blogger. Keren kan! Terus fungsinya apa? Fungsinya sih untuk menjaga silaturahmi antar sesama blogger.

Liebster Award ini punya aturan mainnya loh. Jadi peraturannya gini.
  1. Post mengenai award ini di blog kamu.
  2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenenalkan award ini dan link back kepadanya
  3. Ceritakan 11 hal tentang diri sendiri.
  4. Jawab pertanyaan yang diberikan kepada kamu.
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan beri 11 pertanyaan juga
Oke, karena point 1 dan 2 sudah, kita langsung ke point 3 yaa. Mau tahu kan 11 hal tentang saya?? Hehehee ini dia!
  1. Orangnya ganteng. Oke yang ini kayaknya nggak perlu dijelasin lagi karena saya yakin kalian pasti sudah tahu. 
  2. Anak bungsu. Banyak suka dukanya sih jadi anak bungsu. Sukanya anak bungsu kadang lebih istimewa. Kadang sih. Nahh dukanya kalo disuruh belanja-belanja ke warung gitu nah kita yang pertama disuruh.
  3. Calon mahasiswa. AMIN. Heheheee. Doakan tanggal 16 nanti lulus sbmptn yaa :)
  4. Paling suka makan mie ayam. Kebayang kan enaknya mie ayam kayak gimana?
  5. Fans berat FC Barcelona. Sejak SMP, atau lebih tepatnya sejak era Pep Guardiola, saya bener-bener jatuh cinta sama klub bola yang satu ini. Yang paling dibanggain jadi fans Barca adalah barca itu klub bola satu-satunya di dunia yang meraih 6 gelar dalam semusim! Hebat kan? Pokoknya Barca per sempre. Visca Barca! :)
  6. Karena suka bola, tentunya saya suka main futsal. Nggak jago-jago banget sih mainnya. Paling tiap main futsal nyetak 20 gol.
  7. Orangnya pendiam. Iya, banyak yang bilang saya itu pendiam. Tapi kalo yang sudah kenal dekat dengan saya pasti mereka nggak setuju saya dibilang pendiam. Kenapa? Karena sejujurnya saya orang yang jahil. Hahahaaa. Boleh tanya sama temen-temen sekelas saya dulu.
  8. Paling suka jus alpukat. Selain sehat dan bergizi, jus alpukat itu bisa menambah persentase kegantengan loh. Nggak percaya? Bagus deh :D
  9. Sering dibilang mirip AL. Ini jujur loh. 2 dari 10 orang memang nggak setuju kalo saya mirip AL, sisanya langsung istighfar saat saya dibilang mirip AL.
  10. Penggemar film dora Detective Connan. Ini film kartun paling keren menurut saya.
  11. Suka main game. yap, seperti anak lelaki lainnya saya juga sangat suka main PES. kalo nggak ada kerjaan pasti deh main game ini.


Nahh itu dia tadi 11 hal tentang saya. Wuihh panjang juga yaa. Semoga nggak bosan bacanya. Oke kita langsung ke point berikutnya yaitu menjawab pertanyaan yang telah diberikan kepada saya. Langsung jawab yaa.
  1. Apa alasan lo buat blog? Alasan pertama karena saya memang sukanya nulis, selain itu blog saya jadiin tempat curhat juga loh hehehe.
  2. Kenal blog dari mana? Awal kenal blog itu dari blognya Alit. Nahh karena itu saya terinspirasi juga buat blog. Akhirnya tahun 2011 saya resmi punya blog.
  3. Kalau lagi ga punya ide utk nulis di blog, apa yg lo lakukan? Blogwalking. Hal ini penting banget buat blogger pemula kayak saya.
  4. Suka diskusi antar blogger gk? Kayaknya jarang deh.
  5. Kalau ada blogger yg dibawah lo nanya-nanya seputar blog ke lo, mau gk lo jawab? Pastinya mau dong. Jadi orang nggak boleh sombong.
  6. Mau ikutan kopdar sesama blogger? Wahh ini mau banget. Ayoo para blogger Bengkulu kapan kita kopdar???
  7. Seberapa pentingnya blog buat lo? Seberapa penting? Pastinya penting banget. Kan ini tempat curhat saya.
  8. Kebanyakkan postingan lo dalam bentuk apa? (ex : comedy, humor, etc) Campur-campur sih. Nggak ada yang dominan.
  9. Pernah gak lo ngepost hal konyol? Nggak pernah.
  10. Suka blogwalking ke blogger yg seperti apa? Random sih. Tergantung mood mau baca yang mana.
  11. Lo mau/tidak jawab 11 pertanyaan dari gw dan ngepost lg di blog lo? Alasannya apa? Mau. Alesannya ini liebster award pertama hahaha.


Yap, itu dia jawaban-jawaban saya. Sekarang saya mau ngasih penghargaan Liebster Award ini ke 11 orang berikut. Saya milihnya acak yaa, kalo mau diteruskan alhamdulillah, kalo nggak juga nggak apa-apa kok :) selamat kepada kalian:
  1. http://anisaoktariani.blogspot.com
  2. http://acicio.blogspot.com
  3. http://wedewie.blogspot.com/
  4. http://myjavalamp.blogspot.com
  5. http://saziyagya.blogspot.com
  6. http://celotehnyasidony.blogspot.com
  7. http://duniakelambu.blogspot.com
  8. http://coffee-philia.blogspot.com
  9. http://indahlicious93.blogspot.com
  10. http://marsdreams.blogspot.co.uk
  11. http://bubuhalhammady.blogspot.com


Dan pertanyaan buat kalian adalah:
1.   Sejak kapan punya blog?
2.   Apa alasan kamu ngeblog?
3.   Siapa yang menginspirasi kamu untuk ngeblog?
4.   Pendapat kamu tentang blog saya? :p
5.   Menurut kamu, penting nggak sih Liebster Award ini?
6.   Apa keinginan terbesarmu?
7.   Apa sih maanfaat ngeblog buat kamu?
8.   Paling sering blogwalking ke blog siapa?
9.   Ada keinginan buat punya buku sendiri?
10. Paling sering ngeblog tentang apa?
11. Punya post favorit di blog kamu? Kalo punya sebutin.



Oke itu dia pertanyaannya. Monggo dijawab :)
Share:

Wednesday, July 2, 2014

Iya, itu aku

Nona, aku menuliskan ini untukmu.

Aku ingin bercerita, Nona. Aku ingin bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta kemudian ia tak bisa berpaling dari cinta itu.

Seorang laki-laki mendapati dirinya jatuh cinta kepada seorang perempuan. Entah mengapa sang perempuan sangat menarik hati lelaki itu. Setiap hari, tanpa henti, lelaki itu selalu berharap agar perempuan itu dapat mengetahui perasaannya. Tapi sayangnya perempuan itu tak menggubris sedikitpun keberadaan lelaki itu. Ia tak pernah peduli, bahkan tak menganggap lelaki itu ada di dunia ini. Padahal sang lelaki menganggap bahwa perempuan itu adalah dunianya. Namun lelaki itu tetap mencintainya, tetap mengaguminya. Baginya perempuan itu adalah segala-galanya. Ia ingin memiliki perempuan itu seutuhnya, selamanya.

Iya, itu aku. Lelaki yang aku ceritakan diatas adalah aku, dan kamu adalah perempuan itu. Aku mencintaimu, aku mengagumimu, Nona. Maaf jika kamu tidak suka. Aku hanya tak ingin pada akhirnya kita saling membenci tanpa pernah saling tahu.

Iya, itu aku.
Aku yang selalu menyebutkan namamu disetiap bait doaku. Aku yang selalu meminta kepada Tuhan agar kita dipertemukan nanti suatu saat dan disaat itu aku ingin menceritakan banyak hal tentangmu. Termasuk tentang perasaanku ini.

Iya, itu aku.
Aku yang diam-diam menyukai senyum dibibirmu. Aku bersyukur bisa melihatmu tersenyum, karena dengan itu aku menyadari bahwa senyummu adalah sebaik-baiknya senyum di dunia. Ia –senyummu itu—membuatku tak bisa berpaling dan membuatku jatuh cinta berkali-kali kepadamu.

Iya, itu aku.
Aku yang mengharapkan kamu berada tepat didepanku sekarang. Aku juga akan bersyukur apabila kamu ada disini, karena dengan itu aku semakin percaya bahwa bidadari tanpa sayap itu memang nyata.

Iya, itu aku.
Aku yang mencintaimu dalam diam.
Share:

Wednesday, June 25, 2014

Percuma Kalau Cuma Puasa

Enggak terasa nih sebentar lagi sudah mau masuk bulan puasa. Gimana udah siap belum? Kalo belum siap disiap-siapin dulu deh. Hehehe

Berbicara tentang puasa berarti kita berbicara tentang ibadah. Yap, seperti yang kita semua ketahui bahwa puasa adalah menahan diri dari hawa dan nafsu. Puasa juga merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah baligh dan yang mengaku beriman. Karna banyak diantara kita yang ngakunya muslim tapi puasa nggak pernah, sholat teraweh juga nggak pernah, tapi tetap ngerayain hari raya idul fitri. Ini aneh kan? Ini ibarat kita merayakan sebuah pesta kemenangan tapi kita tidak ‘berperan’ dalam meraih kemenangan tersebut. Atau dalam kata lain pecundang yang cuma mau nikmatin hasil.

Lain lagi dengan orang yang berpuasa tapi dia tidak melaksanakan sholat wajib. Contoh kayak gini banyak loh. Dia puasanya full, tapi sholatnya tidak. Bagus sih tapi kayaknya rugi. Percuma puasa kalo sholat wajib ditinggalin. Ini ibarat kalian sudah dandan keren-keren, sudah pake jas dan dasi ehh tapi nggak pake celana. Percuma gituloh. Gaada gunanya.

Nah ngomongin masalah barusan, saya punya sedikit cerita nih. Semoga bisa memotivasi kalian yang baca. Sumpah ini bukan bermaksud pamer atau riya’ yaa :)

Jadi, jujur dulu saya pernah kayak salah satu kasus diatas. Tepatnya mungkin sekitar 4 tahunan yang lalu. Waktu itu masih SMP, saya puasanya full, nggak bolong-bolong. Tapi disisi lain sholat 5 waktu masih saya tinggalin. Waktu itu saya seperti gak punya masalah. Cuek-cuek aja yang penting puasa. Toh puasa selama sebulan aja sudah termasuk prestasi. Pikir saya waktu itu. Begitulah seterusnya sampai lebaran.

Setahun kemudian, saya mulai berubah. Atau lebih tepatnya diubah. Jadi waktu itu bulan puasa tahun 2011. Tahun yang bisa saya bilang sebagai titik balik bagi diri saya sendiri. Saya ingat betul ketika sesudah sahur pertama. Biasalah kan sesudah sahur kita biasanya nonton acara-acara di tv sembari nunggu imsak. Saya lupa waktu itu tepatnya nonton apa, yang jelas bukan nonton GGS karna waktu itu belum ada. Hehehe. Singkatnya imsak pun berbunyi, saya langsung masuk ke kamar dan berenca mau tidur sampai siang. Sekitar sepuluh menit kemudian adzan subuh berbunyi dan saya yang sudah hampir tidur dibangunin dan dipaksa untuk sholat. Yasudah deh dengan mata yang berat saya sholat subuh walaupun hati sedikit menggerutu. Astagfirullahaladzim.

Kemudian ‘pemaksaan’ untuk sholat itu terus berlanjut. Saya sebetulnya agak males dipaksa-paksain sholat sama kakak-kakak dan terutama orang tua saya, sebelum akhirnya mereka bilang ‘percuma kamu puasa tapi sholat masih bolong-bolong. Nggak ada gunanya. Cuma dapet lapar aja’. Disaat itu saya tersadar. Saya seakan terbangun dari tidur panjang selama ribuan tahun. Caelah lebayyy deh hahaha. Dalam hati berfikir ada benernya juga. Buat apa saya puasa tapi kewajiban pokok masih ditinggalin.

Sejak saat itulah saya mulai mengubah kebiasaan. Saya mulai sholat 5 waktu saat puasa walaupun masih sering telat dan masih sering diingetin. Lima sampai sepuluh hari pertama mungkin masih agak berat dan masih males-malesan tapi setelah itu malah jadi kebiasaan yang baik. Lama-kelamaan saya mulai rajin sholat dan mulai agak tepat waktu dan tentunya sudah nggak dipaksa-paksa lagi. Hehehe. Dan sampai akhirnya bulan puasa usai, kebiasaan sholat 5 waktu itu alhamdulillah berlanjut sampai sekarang. Alhamdulillah.

Pada akhirnya saya sangat bersyukur saat itu ‘dipaksa’ sholat oleh kakak-kakak dan orang tua saya. Coba bayangin kalau mereka nggak ngelakuin itu, mungkin sekarang saya masih jadi anak yang badung yang jarang untuk bersujud. Sekali lagi ini bukan bermaksud untuk pamer atau riya’ atau apalah itu. Sumpah gaada maksud kesitu. Saya cuma mau sedikit memotivasi kalian yang baca. Kalau saya yang dulunya dipaksa untuk sholat 5 waktu saja akhirnya bisa jadi kebiasaan untuk sholat, apalagi kalian yang keinginan untuk sholat 5 waktu itu memang datang dari hati. Pasti hasilnya bisa lebih dahsyat dari saya. Dan menurut saya kalau kalian pengen membiasakan sholat 5 waktu, bulan puasa adalah momentum yang sangat pas. Kalian paksa-paksain aja dulu diri sendiri, nanti pasti terbiasa kok. Dan setelah terbiasa kalian pasti berat untuk ninggalin sholat. Percaya deh. Saya sudah membuktikannya di bulan puasa tahun 2011 lalu.

Semangat buat kita yang ingin terus memperbaiki diri. Semoga kita terus dijalan yang benar. Barakallah. Selamat datang bulan Ramadhan :) 
Share: