Barangkali aku terlalu bahagia, hingga selama bersamamu, tak pernah terpikir hal buruk akan terjadi.
Barangkali kamu terlalu melengkapi, hingga selama kita bersama, aku merasa bahwa kita tak mungkin terpisah.
Atau barangkali aku yang terlalu bodoh, mau saja larut dalam buaian janji manismu.
Aku tidak lagi menangis, mungkin lebih tepatnya air mataku...