Tadi malam kita bertemu lagi pada sebuah mimpi. Kita bertemu. Tak
lama. Dan memang tak pernah lama. Diantara pertemuan singkat itu, tak ada kata
yang terucap. Aku, hanya diam memandangimu. Diamku bukan karena bisu. Hanya
saja aku terpaku pada ketidakberdayaanku. Pun kamu, hanya diam memandangiku
yang sudah kaku. Mungkin kita diam untuk saling memberikan...