Aku
terduduk diam.
Menatap
kosong kearah langit yang sedang memuntahkan hujan.
Kau
yang dulu sering kuajak bercerita, kini entah sedang apa. Dingin dan gemuruh
semakin membawa rindu.
Sial!
Lagi-lagi aku teringat tentang kita dahulu. Seperti kamu yang suka meyandarkan
kepalamu di pundakku. Lalu kamu hanya diam disana sembari memejamkan mata.
Namun...