Tuesday, May 6, 2014

Hujan

Hujan hari ini membawaku rindu kepada satu nama.

Menyusup lembut ke fikiran membawa berjuta kenangan yang kian memburam.

Melengkungkan senyum tipis di bibir ketika mengingatnya kembali.

Aku disini, duduk termangu mengeja kata ditemani rintik hujan yang membawa dingin. Menuangkan segala emosiku kedalam secarik kertas.

Aku disini, berharap hujan yang membawa sejuk dapat menemaniku mengabadikan namumu lewat sajak-sajak nan indah.

Apa kabar kamu? Masihkah engkau menyukai hujan?

Aku ingat ketika dahulu kita berjalan di bibir pantai. Menikmati sapuhan lembut buih-buih ombak yang menampar kaki kita. Saat itu awan senja yang menguning tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat yang kemudian memuntahkan butiran hujan. Aku segera menarik tanganmu untuk mencari tempat berteduh, namun sambil tersenyum engkau menolaknya. Engkau malah mengajakku bermain bersama bulir hujan. Menikmati tetesan air hujan yang menimpa wajah ketika kepala kita mendongak keatas.

Sekarang semua kenangan itu kembali. Terseok-seok pelan namun dengan pasti membawa kerinduan. Perih mengingatnya lagi namun hati yang tanpa letih tetap meletakkan harapan. 
Akankah tanganku merangkulmu lagi, Nona?

Apa kabar kamu? Masihkah engkau menyukai hujan?

Izinkanlah aku menjadi hujan, menyejukkan jiwamu saat amarah menguasai batinmu.

Izinkanlah aku menjadi hujan, membasahi hatimu yang kering kerontang dengan butiran kasih sayang yang akan kutetesi tanpa henti.

Izinkanlah aku menjadi hujan, menemanimu dikala mengadu sendu, kemudian menghadirkan pelangi untukmu.


Apa kabar kamu? Masihkan engkau menyukai hujan tapi tidak dengan gemuruhnya?
Share:

4 comments:

Tinggalkan jejak kalian disini. komen yaa :)